Subscribe:

Sabtu, 09 April 2016

0
Saya ada di Instagram sebagai @rifazain16. Pasang aplikasi untuk mengikuti foto dan video saya. https://instagram.com/download/?r=3117801292
BAB 4 Kegiatan dan Pelaku Ekonomi
Hasil gambar untuk gambar kegiatan dan pelaku ekonomi
A. Kegiatan Ekonomi
          Pada dasarnya semua kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dapat disebut kebutuhan ekonomi. Secara garis besar, kegiatan ekonomi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

1. Produksi

          Produksi adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan dan menambah nilai guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
           Adapun tujuan produksi dapat dilihat dari sisi makro(luas) dan sisi mikro(sempit).
  • Tujuan produksi sisi makro 
          Dilihat dari sudut pandang makro, peningkatan kegiatan produksi akan meningkatkan kesempatan kerja dan jumlah produksi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat maka akan meningkatkan pula hasil-hasil produksi. Secara makro, tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mencapai kemakmuran nasional suatu negara.
  • Tujuan Produksi sisi mikro
  1.  Menjaga keseimbangan usaha perusahaan dengan jalan meningkatkan proses produksi secara        terus-menerus.
  2. Meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara meminimumkan biaya produksi.
  3. Meningkatkan jumlah dan mutu produksi
  4. Memperoleh kepuasan dari kegiatan produksi.
  5. Memenuhi kegiatan serta kepentingan produsen dan konsumen.

2. Distribusi

         Dalam kehidupan sehari-hari, distribusi biasa diartikan sebagai kegiatan membagi-bagikan barang kepada orang atau pihak yang berhak untuk menerimanya. Distribusi dalam kegiatan ekonomi adalah usaha menyampaikan barang dari produsen kepada konsumen.
          Fungsi distribusi terdiri atas dua fungsi, yaitu :
  •  Fungsi pokok, yaitu tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Tugas tersebut meliputi mengangkut, menyimpan, jual beli, dan menanggung risiko.
  • Fungsi tambahan, yaitu hanya dilakukan pada distribusi barang-barang tertentu, meliputi menyeleksi, mengepak atau mengemas, dan memberi informasi.

3. Konsumsi

         Konsumsi adalah pemanfaatan atau penggunaan semua barang dan jasa yang bernilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dibutuhkan hidup yang direncanakan sesuai dengan skala prioritasnya.
         Adapun tujuan konsumsi adalah :
  1. Mengurangi nilai guna barang dan jasa secara bertahap.
  2. Menghabiskan nilai guna barang sekaligus.
  3. Memuaskan kebutuhan jasmani dan rohani.
         Fungsi konsumsi adalah sebagai berikut :
  1. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  2. Memberikan kesenangan kepada manusia.
  3. Indikator untuk mengatur tingkat status sosial manusia.
  4. Menambah tingkat permintaan masyarakat.
  5. Menciptakan inovasi baru.
B. Pelaku Ekonomi
         Pelaku ekonomi adalah orang atau badan yang melaksanakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Pada hakikatnya, di dalam masyarakat terdapat 4 kelompok ekonomi, yaitu rumah tangga keluarga, perusahaan, negara, dan masyarakat luar negeri.
  

1. Rumah Tangga Keluarga ( RTK)

          Keluarga dalam arti sempit merupakan suatu kelompok masyarkat yang terdiri atas suami, istri, beserta anak-anaknya. Sesuai dengan pengertian tersebut, yang dimaksud dengan rumah tangga keluarga adalah tata kehidupan yang berlaku dalam suatu keluarga.
         Persoalan yang dihadapi oleh semua rumah tangga keluarga adalah bagaimana cara memperoleh barang dan jasa agar dapat mencukupi keperluan hidup sehari-hari. Untuk itu, ada anggota keluarga yang bekerja sebagai petani, tenaga bayaran, pegawai negeri, pedagang dan sebagainya. Adapula keluarga yang memperoleh pendapatan dari bunga modal(simpana uang), menyewakan tanah atau hak milik lainnya.
        Rumah tangga keluarga memegang peran ganda dalam kegiatan ekonomi. Pertama sebagai pemakai barang atau jasa (konsumen) dan kedua sebagai sumber daya produksi (menyediakan tenaga kerja dan modal).

2. Rumah Tangga Perusahaan (RTP)

          Perusahaan merupakan suatu organisasi yang menyatukan sumber daya produksi untuk menghasilkan barang atau jasa dengan tujuan mencari laba.
          Perusahaan munafaktur ( pembuat barang), perdagangan, angkutan maupun perusahaan lainnya dapat dikatakan bahwa kegiatannya tidak terlepas dari persoalan mencari laba.
          Namun, ada perusahaan yang tidak bertujuan mencari laba besar, yaitu perusahaan milik negara dan yang dimiliki oleh koperasi. Tujuan utama perusahaan negara adalah membantu pemerintah dalam menyediakan barang/jasa bagi masyarakat, sedangkan koperasi lebih mengutamakan pelayanan kepada anggotanya. Dengan demikian, perana perusahaan dalam kegiatan ekonomi adalah :
  • Sebagai penyedia barang dan jasa bagi masyarakat(produsen).
  • Sebagai agen pembangunan, artinya perusahaan tidak hanya mencari laba, tetapi ia juga harus memerhatikan kesejahteraan karyawan dan masyarakat umum, misalnya perusahaan pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya.

3. Rumah Tangga Negara (RTN) 

           Peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomki :
  • Sebagai pengatur dan pelindung kehidupan ekonom, artinya pemerintah membuat peraturan dan perundang-undang disertai sanksi. Kegiatan pemerintah sebagai pengatur, antara lain :
  1. Membuat Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
  2. Menyediakan sarana dan prasarana pembangunan.
  3. Menyusun peraturan dan perundang-undangan untuk mengatur dan menentukan cara-cara melakukan kegiatan ekonomi.
  • Sebagai konsumen, yaitu dalam melakukan kegiatannya pemerintah memerlukan barang-barang, seperti kendaraan, alat tulis kantor, dan jasa pendidik.
  • Sebagai produsen, yaitu pemerintah memproduksi barang-barang kebutuhan masyarakat melalui BUMN, terutama barang-barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

4. Masyarakat Luar Negeri (MLN)

         Hubungan dengan masyarakat luar negeri sangat diperlukan dalam kegiatan ekonomi di mana barang-barang kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri bisa di datangkan dari luar negeri (impor) dan sebaliknya barang-baraang produksi dalam negeri yang melebihi kebutuhan masyarakat diekspor ke luar negeri. Dengan demikian hubungan masyarakat luar negeri dapat berfungsi sebagai pengimpor dan pengeskpor barang, jasa, moadal, sumber daya manusia, dan wisatawan.

 
          

 
Seperti yang di janjikan sebelumnya, saya melanjutkan materi yang telah saya postingkan sebelumnya.

BAB 3 MASALAH EKONOMI

Hasil gambar untuk gambar masalah pokok ekonomi
          Permasalahan dasar ekonomi dapat di kelompokan menjadi tiga, yaitu :
  1. Pemilihan penggunaan  sumber daya dalam kaitannya dengan penentuan barang apa yang harus di hasilkan (apa yang harus di produksi)
  2. Bagaimana cara menghasilkan barang dan jasa bagaimana cara memproduksinya.
  3. Untuk siapa barang dan jasa di hasilkan.
A. Masalah Ekonomi

1. Apa yang Harus Diproduksi? (what)
          Seorang produsen dalam menghasilkan barang harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat atau berorientasi pada pasar (market oriented) dengan tujuan agar produsen dapat memperoleh laba yang maksimal karena barangnya laku terjual sehingga dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Disamping itu, masyarakat pun dapat lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan karena barang yang dibutuhkan tersedia di pasar.

2. Bagaimana memproduksinya? (How To Produce)
          Hal-hal yang harus di pertimbangkan dalam memproduksi barang dan jasa adalah sebagai berikut :
  • Bagaimana mengombinasikan sumber daya dan faktor produksi yang tersedia sehingga diperoleh hasil yang maksimal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat?
  • Bagaimana mengatur biaya pengombinasian agar dapat ditekan seminimal mungkin untuk meraih keuntungan yang semaksimal mungkin?
  • Bagaimana menentukan teknik produksi?
  • Manakah yang harus lebih dominan, intensifikasi modal atau intensifikasi tenaga kerja cara produksi padat karya mungkin hasilnya kurang banyak, tetapi memberikan pekerjaan bagi orang banyak.
  • Bagaimana kestabilan harga dan nilai uang serta pengaruh ekonomi dunia?
          Barang dan jasa dihasilkan melalui produksi dengan menggunakan kombinasi faktor produksi, seperti alam, tenaga kerja, dan modal. Seorang produsen selalu berusaha melakukan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dengan tujuan agar produksi yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang sesuai daya beli mereka.

3. Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi? (For Whom
          Menyangkut masalah untuk siapa barang dan jasa diproduksi maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan :
  • Siapa yang akan mengonsumsi atau membeli hasil produksi?
  • Bagaimana pendistribusian hasil produksi ke konsumen nantinya?
  • Apakah angkatan kerja mendapat pekerjaan atau tempat mencari nafkah?
         Kalau tingkat pengangguran tinggi, daya beli masyarakat akan rendah yang akan mengakibatkan terbengkalainya hasil produksi.
         Pemecahan masalah ini dapat kita jumpai di pasar, baik pasar barang konsumsi maupun pasar faktor produksi. Barang-barang konsumsi di produksi dan dijual oleh rumah tangga perusahaan (RTP) dan dibeli/dikonsumsi oleh rumah tangga keluarga (RTK). Adapun faktop-faktor produksi dimiliki dan dijual oleh rumah tangga perusahaan melalui pasar faktor-faktor produksi.
          Banyak sedikitnya barang yang dapat dibeli oleh rumah tangga keluarga sangat dipengaruhi oleh harga  barang dan pendapatan konsumen yang diperoleh dari hasil penjualan faktor produksi, seperti upah tenaga kerja, sewa tanah, dan bunga modal. Jika pendapatan meningkat, sedangkan harga tidak mengalami kenaikan, barang-barang konsumsi yang dapat dibeli makin banyak. Sebaliknya, jika harga barang naik, sedangkan pendapatan tidak berubah maka jumlah barang yang dapat dibeli mebjadi berkurang.

B. Sistem Ekonomi

         Sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga, seperti lembaga ekonomi, polotik, dan sosial yang saling memengaruhi satu dengan yang lain dalam berbagai masalah pokok ekonomi.Adapun sistem ekonomi dapat dikelompokan menajdi :

1. Sistem Ekonomi Tradisional (Tradisional Economy)
         Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem perekomonian yang didasarkan pada tradisi, adat istiadat, atau kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban mengatur perekonomian daerahnya.
          Dengan kata lain, masalah yang berkaitan dengan apa, berapa, bagaimana, serta untuk siapa barang dan jasa doproduksi diatasi oleh masyarakat itu sendiri. Sistem ekonomi ini biasanya berlaku dinegara-negara yang belum maju.

2. Sistem Ekonomi Terpusat (Gonvernment Planned Economy)
         Sistem ekonomi terpusat adalah sebuah sistem yang menjadikan pemerintah sebagai pengendali total pada setiap pelaksaaan kegiatan ekonomi. Pemerintah berhak untuk mengatur kepemilikan bisnis, laba, alokasi, sumber daya, jenis produksi dan pendistribusian produk. Penganut sistem biasanya adalah negara yang berideologi komunis dan sosialis.

3. Sistem Ekonomi Pasar (Market System)
         Pada sistem ekonomi pasar, segala sesuatu ditentukan oleh kondisi pasar, di mana produksi, distribusi, dan konsumsi dapat dilakukan oleh siapa saja melalui mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Kekuatan pasarlah yang menentukan harga sehingga tarik-menarik permintaan dan penawaran menjadi demikian ketat.

4. Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy System)
          Sistem ekonomi campuran merupakan sistem yang memadukan dua sistem ekonomi, yakni antara sistem ekonomi terpusat dengan sisten ekonomi pasar. Dalam hal tersebut tersebut peran pemerintah pemerintah sama pentingnya dengan peran swasta. Selain itu, pemerintah juga berfungsi sebagai regulator (pembuat kebijakan) di bidang fiskal dan moneter.








Assalamu'alaikum wr.wb :). Hai sobat kali ini rifa posting artikel lanjutan dari bab 1 semester 2  untuk kelas X SMA/SMK. Materi ini, Rifa udah belajar di sekolah jadi artikel ini enggak asal-asalan.

 

BAB 2 Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan

Hasil gambar untuk gambar benda pemuas kebutuhan

A. Benda Pemuas Kebutuhan Manusia

1. Pengertian Benda
Benda pemuas kebutuhan terdiri dari dua aspek, yaitu barang dan jasa. Barang merupakan benda pemuas kebutuhan yang berwujud. Sedangkan jasa adalah kebutuhan yang tidak berwujud .
2. Macam-macam Benda Pemuas Kebutuhan
Keragaman benda pemuas kebutuhan dapat diklafikasikan sebagai berikut :
a. Benda Pemuas Kebutuhan Menurut cara memperoleh
          Kita dapat membedakan benda pemuas kebutuhan berdasarkan usaha atau pengorbanan yang kita keluarkan adalah sebagai berikut :
1) Benda Ekonomi adalah benda pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Jadi, diperlukan pengorbanan untuk memperolehnya.
2) Benda bebas adalah benda pemuas kebutuhan yang di berikan oleh alam dalam jumlah yang sangat banyak. Sehingga untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan. Contohnya udara, sinar matahari, air dll.
b. Benda pemuas kebutuhan menurut kegunaanya :
         Dapat dibedakan :
1) Benda Konsumsi merupakan benda yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya buah-buahan, baju, roti dan jam tangan.
2) Benda Produksi merupakan benda yang digunakan dalam proses produksi. Contohnya mesin.
c. Bendapemuas kebutuhan menurut Proses
          Dapat dibedakan :
1) Bahan Mentah adalah barang yang belum di olah atau belum mengalami proses produksi. Contohnya rotan, kayu, padi, kopi, teh dan masih banyak lagi.
2) Barang setengah jadi adalah barang yang telah diproses tetapi belum merupakan barang siap pakai. Contohnya benang untuk industri tekstil, semen untuk industri tegel dll.
3) Barang jadi adalah barang olahan produksi yang siap dipakai. Contohnya sepatu, kemeja, buah-buahan dll.
d. Benda pemuas kebutuhan menurut hubungan dengan benda lain
           Dapat dibedakan :
1) Benda Komplementer adalah benda pemuas kebutuhan yang berdaya guna atau di rasakan manfaatnya jika dipakai bersama dengan benda lain. Contohnya kopi dengan gula, sepatu dengan kaos kaki dll.
2) Benda Subtitusi merupakan benda pemuas kebutuhan yang saling mengganti, maksudnya pemakaian benda benda pemuas kebutuhan dapat menggantikan pemakaian benda lain. Misalnya beras dapat di ganti dengan jagung.

B. Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan

           Sehubung dengan usaha meningkatkan kegunaan benda pemuas kebutuhan dapat di bedakan sebagai berikut :
1. Kegunaan Bentuk
           Kegunaan bentuk di sebut form utility. Kegunaan bentuk menunjuk pada pertambahan dan kegunaan yang terkandung dalam satu benda pemuas kebutuhan akibat perubahan bentuknya. Misalnya kayu dibentuk menjadi kursi, meja, atau lemari.
2. Kegunaan Tempat
           Kegunaan tempat disebutty place utiliy. Adakalanya benda suatu benda terasa semakin berguna ji8ka dipindahkan ketempat lain. Berarti kegunaan tempat menunjuk pada pertambahan kegunaan yang terkandung pada suatu benda tersebut. Misalnya, panen besar di Tapanuli menyebabkan beras tersedia melimpah. Akibatnya persediaan melebihi keperluan daerah sehingga kemungkinan besar akan terbuang dan kurang mangfaatnya. Jika beras dari Tapanuli diangkut ke daerah lain yang mengalami kekurangan beras maka kekurangan beras itu akan bertambah.
3. Kegunaan Waktu
           Kegunaan waktu di sebut time utility. Kegunaan waktu menunjukan pada pertambahan kegunaan yang terkandung dalam suatu benda pemuas kebutuhan menurut waktu. Misalnya jas hujan akan lebih bermanfaat di musim penghujan.
4. Kegunaan Pemilikan
          Kegunaan pemilikan di sebut ownership utility. Kegunaan pemilikan menunjuk pada pertambahan kegunaan suatu benda pemuas kebutuhan akibat dimiliki.

Sekian materi dari BAB ini, saya masih akan posting lagi materi dari BAB selanjutnya:) terimakasih sudah mengunjungi jangan lupa like ataupun tinggalkan komentarnya.







Kamis, 03 Maret 2016

0
Assalamu'alaikum wr.wb..
ketemu lagi sama saya, kali ini saya mau menulis artikel tentang dunia kesehatan khususnya Analis Kesehatan. Kemarin saya sudah praktek pemeriksaan bilirubin pada urine. Dan ini adalah hasil laporannya.

Pemeriksaan Bilirubin Urine

Hasil gambar untuk pemeriksaan bilirubin urine 

1. Tujuan : Untuk menentukan adanya  bilirubin dalam urine.
2. Metode : Horison
3. Prinsip : Oksidasi pigmen empedu oleh asam sehingga terjadi biliverdin yang berwarna hijau atau bilisianin yang berwarna biru atau choletelin yang berwarna hijau.
4. Sempel : Urin
5. Reagen :
  • Barium Chlorida10%
  • Fouchet
6. Alat
  • Pipet volume 5ml
  • Tabungreaksi besar dan rak
  • Pipet pasteur
  • Corong kaca
  • Kertas saring wathman
7. Cara Kerja :  
  1. Masukkan 5ml urine kedalam tabung reaksi, tambahkan 5ml barium chlorida 10% , kocok, dan saring.
  2. Kertas saring yang berisi endapan diangkat dari corong, biarkan beberapa sampai agak kering.
  3. Teteskan 2-3 tetes reagen fouchet keatas presipitat pada kertas saring tersebut.
  4. Perhatikan warna yang terjadi.
8. Interpetasi Hasil :
    Negatif (-) : Tidak ada warna
    Positif (+)  : Warna hijau atau biru di atas kertas saring.
9. Nilai Normal : Negatif


Mungkin hanya sekian artikel ini, semoga bermanfaat:).        
    
      Assalamu'alaikum wr.wb. Saya sengaja mempostingkan artikel ini, barangkali ada yang membutuhkannya. Karena saya ingin setiap materi yang telah di pelajari di sekolah bisa saya postingkan agar bermanfaat. Materi ini sudah saya rangkum dari LKS sehingga lebih singkat, jelas dan mudah di fahami.



BAB I Kebutuhan Manusia

Hasil gambar untuk gambar kebutuhan manusia

A. Pengertian Kebutuhan

       Kebutuhan mencerminkan adanya perasaan kekurangan yang ingin di penuhi dalam diri manusia. Sehingga Kebutuhan adalah segala sesuatu yang muncul secara naluriah dan sangat di perlukan oleh manusia untuk mempertahankan hidupnya.


B. Macam -macam Kebutuhan

     Kebutuhan manusia itu beragam dan jika di hitung tidak akan terhitung banyaknya. Sehingga dapat di bedakan :

1. Kebutuhan menurut intesitas krgunaanya
   a. Kebutuhan primer      : yaitu kebutuhan yang paling utama untuk di penuhi.
                  Contohnya      : Kebutuhan makanan pakaian dan perumahan.
   b. Kebutuhan Sekunder : Yaitu kebutuhan setelah kebutuhan primer terpenuhi.
                  Contohnya      : Peralatan rumah tangga seperti meja, kursi, tempat tidur, radio dan televisi.
   c. Kebutuhan Tersier      : Yaitu kebutuhan setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi atau kebutuhan mewah.
                 Contohnya       : Mobil, berlian dll.

2. Kebutuhan Menurut Sifatnya 
   a. Kebutuhan Jasmani  : yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan badan dan raga.
Contohnya : berolahraga, bekerja dll.
   b. Kebutuhan Rohani : yaitu kebutuhan yang apabila di penuhi akan memberikan kepuasan batin.
Contohnya : ibadah, pendidikan, berekreasi dll.

3. Kebutuhan Menurut Waktunya
   a. Kebutuhan Sekarang : yaitu kebutuhan yang pemenuhanya harus sekarang juga atau tidak dapat di tunda.
                Contohnya       : ketika kita sedang sakit, maka obat adalah kebutuhan sekarang.
   b. Kebutuhan yang akan datang : yaitu kebutuhan yang dilakukan di kemudian hari.
 Contohnya                      : penyediaan perlengkapan bayi bagi ibu yang sedang hamil, menabung untuk persiapan melanjutkan pendidikannya.

4. Kebutuhan Menurut Subjek yang di  Butuhkan 
   a. Kebutuhan individual : yaitu kebutuhan yang mencangkup hal-hal yang diperuntukan  bagi perseorangan.
                   Contohnya   : Sepatu punya sendiri.
   b. Kebutuhan Kolektif    yaitu kebutuhan yang di manfaatkan untuk masyarakat secara bersama-sama. 
                     Contohnya : pasar, jembatan, angkutan umum, rumah sakit, tempat rekreasi dll.

C. Hal-hal Yang Mempengaruhi Kebutuhan  

     
     Individual manusia itu menyebabkan perbedaan kebutuhan antara manusia yang satu dengan yang lainya. Hal-hal yang mempengaruhi kebutuhan manusia :

1. Keadaan Alam
     Keadaan alam yang berbeda-beda mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan. Contohnya orang yang tinggal di kutub memperlukan pakaian yang tebal dan orang yang tinggal di daerah tropis membutuhkan pakaian tipis.

2. Peradaban
     Makin tinggi peradaban suatu masyarakat, tentunya makin banyak kebutuhan yang di perlukan. Contohnya orang sekarang tidak hanya membutuhkan pakaian ala kadarnya, tetapi yang sesuai dengan mode sekarang atau makanan yang tidak hanya memenuhi syarat gizi, tetapi harus di sjikan dengan lezat dan apik.

3. Agama
     Agama yang berbeda-bedadapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Contohnya penganut agama Islam dilarang memakan babi, penganut agam hindu di larang makan sapi.

4. Adat Istiadat
    Adat atau tradisi masyarakat berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat. Contohnya upacara perkawinan yang berbeda-beda menyebabkan kebutuhan yang berbeda-beda pula. 



    Mungkin hanya sekian materi yang saya postingkan, semoga bermanfaat.

 





 
Copyright 2009 Dunia Pendidikan